Pernikahan menyingkap tabir rahasia. Suami mengerti, istri yang dinikahi tidaklah semulia sayyidatina Khadijah, setaqwa sayyidatina Aisyah, atau secantik sayyidatina Zulaikha Radhiallahu Anhum. Dia hanyalah wanita akhir zaman yang bercita-cita menjadi shalihah.

Pun demikian bagi istri. Ia memahami sang suami tidaklah semulia Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, segagah Nabi Musa Alaihissalam, atau setampan Nabi Yusuf Alaihissalam. Dia hanyalah lelaki akhir zaman yang bercita-cita membangun keturunan yang shalih.

Berbahagialah Anda yang telah memahami bahwa pernikahan adalah bersatunya dua kecenderungan yang berbeda. Dengan menyadarinya, Anda akan menjalani kehidupan rumah tangga dengan mudah.

Bila Anda seorang pria, Anda akan berusaha untuk menjadi sosok pribadi shalih yang akan meluruskan kebengkokan istri dengan kesabaran. Memandang istrinya sebagai miliknya yang paling berarti.

Bila Anda seorang wanita, Anda akan berusaha menjadi cahaya mata dan pelipur lara. Pendidik generasi Rabbani yang mulia.

Tulisan ini diambil dari buku dengan judul yang sama karya Syaikh Fuad Shalih –dan diterbitkan oleh penerbit Aqwam– sebagai bekal bagi pribadi yang sedang menjalani dan merawat pernikahan. Semoga apa yang dicita-citakan untuk mewujudkan keluarga yang sakinah mawaddah, dan rahmah kerap menghiasi kehidupan kita semua. Selamat menjadi pengantin sepanjang masa.

semoga….