hijauTerkadang dan memang begitu tampak dari kejauhan, rumput di halaman tetangga selalu lebih hijau dibanding dengan rumput di halaman rumah kita. Dan itu ada di kehidupan nyata kita saat ini. Ketika sepasang mata ini memandang ‘rumput’ yang tampak lebih hijau itu terkadang menyilaukan mata. Tak jarang kerap juga membuat mata ini terbelalak, sambil berucap “wow”.

Ketika di jalanan mengendarai motor, melintas motor yang lebih kinclong lebih gress dan serba lebih selalu saja sering terbesit, andai motorku ini seperti itu, mungkin lebih enak dikendarainya. Padahal belum tentu…bisa jadi sejatinya motor itu masih kredit sementara motor kita sudah menjadi hak milik penuh sendiri.

Terkadang pula, fikiran ini melanglangbuana sendiri tanpa terkontrol kala sepasang bola mataku ini menatap mobil yang tengah jadi idola semua orang, tak usah yang baru keluar dari dealer, terkadang yang sedikit kusam pun tampak begitu indah, enak dan perasaan nyaman pun tentunya terbayang. “Coba punya mobil itu, badan ini tak harus berpeluh menyusuri jalanan dari rumah ke kantor. Tubuh ini tak harus kena terpaan angin, panas maupun dingin yang tentunya badan gerah dan bikin tulang ngilu.” Padahal belum tentu… bisa jadi dengan punya mobil pengeluaran akan menjadi lebih besar dibanding saat ini dengan hanya bersepeda motor. Tak hanya bahan bakar yang boros, bahan bakar “sabar” pun musti ditimbun banyak-banyak dalam diri kala macet mendera jalanan ibukota yang kian sesak.

Pun ketika berada di kantor atau di tempat umum, saat bersua dengan banyak orang. Ragam dan corak manusia penuh warna-warni. Terkadang sepasang bola mata ini mendapatkan sosok manusia dengan tampilan baju, sepatu hingga bebauan yang begitu sempurna yang terkadang memaksa membuat kita silau atau sekedar geleng kepala. Belum lagi ketika sepasang bola mata ini menangkap sosok lawan jenis dengan tubuh indah, ideal idaman semua orang terkadang memaksa pula pikiran ini melayang teringat istri yang tampil sekedarnya. Dan bisa jadi mulut ini berkata meski tak diucapkan, “Coba istriku tampil seperti dia, betapa cantiknya dia,” dan betapa-betapa yang lainnya tentu.

Ahhh… kenapa pandangan ini selalu membawaku mengawang-awang kesana kemari, kala berkunjung atau sekedar melihat meski terkadang malas untuk menilik satu persatu halaman maya rekan-rekan di blog sekelas multiply ini, terkadang memaksaku komentar sendiri betapa hebatnya si A, betapa terkenalnya si B, betapa pintar dan tentunya betapa-betapa yang lainnya lagi ketika dibanding dengan halaman mayaku ini. Padahal, belum tentu apa yang ada itu bisa memberi manfaat atau tidak. Atau bahkan malah menjerumuskan.

Sejatinya… memang manusiawi, ketika seorang manusia dihinggapi hal seperti itu dan tentunya masih banyak hal lagi. Dimana setiap orang berbeda-beda. Termasuk saya disini. yang memang terkadang masih terganggu dengan hal-hal demikian. Yah, manusia hanya bisa berusaha, segala sesuatunya sudah di tangan-Nya. Menerima dan menjalani dengan penuh keikhlasan tentunya akan memberikan kebahagiaan tersendiri sebagaimana yang diresahkan satu dari seribu satu contoh hal-hal diatas tadi.

Dan karena memang, rumput di halaman rumah tetangga selalu tampak lebih hijau. Nah bagi yang baca… positif thingking aja yaa… menghadapi hidup ini. Tulisan ini sekedar cermin diri saya untuk terus belajar, belajar dan belajar ikhlash. Betapa susahnya mempelajari ilmu ikhlas.

*foto diambil dari tabloid Nova.