Sekedar mengamalkan ilmu yang ada dan kebetulan memang seharusnya yang mendapat tugas ini ada rekan kerja sekantor, karena sesuatu hal yang bersangkutan memintaku untuk menggantikannya. Akhirnya dengan bismillah saya mengiyakan permintaannya itu. Toh beberapa pekan lagi saya pun mendapatkan jadwal yang sama. Ya, tugas ini sudah saya jalani sejak 2 tahun lalu, ketika salah satu lembaga pendidikan yang dilengkapi dengan masjid menyelenggarakan sholat jum’at untuk siswa dan guru serta karyawannya plus warga lingkungan yang ada di sekitarnya. Memang, lokasi masjid kampung yang ada di sekitar tempat kerja boleh dibilang jauh dan selalu penuh sesak. Dan inilah materi khutbah yang saya sampaikan, sebenarnya materi ini ditulis oleh ustadz H Abdullah Gymnastiar, yang lebih dikenal dengan sapaan Aa Gym.  Selamat membaca dan semoga berkenan.

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Subhanahu Wata’ala dan tentunya sudah menjadi kewajiban kita untuk selalu bersyukur kepada-Nya atas segala nikmat yang telah diberikan kepada kita semua hingga detik ini. Karena dengan bersyukur maka nikmat yang Allah Subhanahu Wata’ala berikan kepada kita akan bertambah. Dan yakinlah kenikmatan yang Allah Subhanahu Wata’ala karuniakan itu tak pernah putus sepanjang zaman.

Sholawat serta salam semoga tetap tercurah kepada junjungan kita, nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam atas segala jasa-jasanya dan perjuangan beliau menyampaikan risalah Islam hingga kepada sampai kepada kita hari ini. Dan semoga kita pun tetap dijadikan umat Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam hingga akhir jaman nanti dan mendapatkan syafaatnya. Dalam kesempatan ini, khatib pun tak lupa berwasiat kepada para hadirin jamaah jumat khususnya kepada diri sendiri, untuk terus meningkatkan iman dan takwa kita kepada Allah Subhanahu Wata’ala.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah menukilkan sebuah Hadis Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam yang cukup panjang tentang amalan-amalan yang bisa menyelamatkan seseorang dari kesulitan di akhirat kelak. Hadis yang diriwayatkan oleh Abu Musa Al-Madini berbunyi, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Sesungguhnya aku semalam bermimpi melihat hal yang sangat menakjubkan. Aku melihat seorang dari umatku yang didatangi oleh malaikat untuk mencabut nyawanya, lalu datang amalnya kepadanya dalam berbakti kepada dua orang tuanya, sehingga amal itu membuat malaikat itu kembali lagi.

Hadirin sholat Jum’at yang dirahmati Allah Subhanahu Wata’ala
Aku melihat seseorang yang telah dipersiapkan kepadanya siksa kubur, lalu datang wudhunya, sehingga wudhunya itu menyelamatkannya dari siksa kubur.

Aku melihat seseorang yang telah dikepung banyak setan, lalu datang kepadanya zikirnya kepada Allah Subhanahu Wata’ala, sehingga zikirnya itu mengusir setan-setan tersebut darinya.

Aku melihat seseorang yang kehausan, sedang tiap kali ia mendekati telaga, ia diusir darinya. Lalu, datanglah puasa Ramadhannya, sehingga puasanya itu memberikan minum kepadanya.

Aku melihat seseorang di mana para nabi masing-masing duduk dalam halaqah, ia diusir dan dilarang untuk bergabung ke dalamnya. Lalu, datanglah mandinya dari hadas besar, sehingga mandinya itu membimbing ia dengan memegang tangannya seraya mendudukannya di sampingku.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Aku melihat seseorang yang di depannya gelap sekali, begitu pula di belakang, atas, dan bawahnya, sehingga ia kebingungan mencari arah jalannya. Datanglah kepadanya haji dan umrahnya, lalu keduanya mengeluarkan ia dari kegelapan tersebut dan memasukkannya ke dalam tempat yang terang sekali.

Aku melihat seseorang yang melindungi mukanya dengan tangannya dari panasnya kobaran api, lalu datang sedekahnya kepadanya dengan menutupi kobaran api dari mukanya seraya membimbingnya ke hadapan Allah Subhanahu Wata’ala.

Hadirin Sholat Jum’at yang dirahmati Allah Subhanahu Wata’ala
Aku melihat seseorang yang mengajak bicara orang-orang mukmin, tetapi mereka mendiamkannya. Datanglah silaturahminya seraya berkata, “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya ia adalah orang yang melakukan silaturahmi, maka ajaklah dia bicara”. Maka, orang tersebut diajak bicara oleh semua orang mukmin dan mereka mengulurkan tangan untuk berjabatan dengannya, sementara ia pun mengulurkan tangannya untuk berjabatan dengan mereka.

Aku melihat seseorang yang telah dicengkeram Malaikat Jabaniyyah, lalu datanglah kepadanya amal ma’ruf nahyi munkar-nya, hingga amalnya itu menyelamatkan ia dari siksa Jabaniyyah dan memasukannya ke dalam lingkungan malaikat rahmat.

Aku melihat seseorang yang jalannya merangkak dengan kedua lututnya dan di depannya terdapat tabir yang memisahkan ia dengan Allah Subhanahu Wata’ala, lalu datanglah akhlak baiknya seraya memegang tangan dan membimbingnya ke hadirat Allah Subhanahu Wata’ala.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Aku melihat seseorang yang catatan amalnya datang dari sebelah kirinya, lalu datanglah takwanya kepada Allah Subhanahu Wata’ala dan mengambil buku tersebut dengan meletakkannya di tangan kanannya.

Aku melihat orang yang timbangan amalnya sangat ringan, lalu datang anak-anaknya yang meninggal waktu kecil, sehingga mereka memberatkan timbangan amal baiknya tersebut.

Aku melihat seseorang yang berdiri di tebing Jahannam, lalu datanglah harapannya kepada Allah Subhnahu Wata’ala, hingga harapannya itu menyelamatkannya dari Jahannam dan ia berjalan menuju syurga dengan selamat.

Aku melihat seseorang yang terpelanting di atas neraka, lalu datanglah air matanya karena takut pada Allah Subhanahu Wata’ala, hingga air mata itu menyelamatkannya dari jatuh ke neraka.

Aku melihat seseorang yang tengah berada di atas jembatan dengan tubuh gemetar, lalu datang husnudzannya pada Allah Subhanahu Wata’ala, hingga sikapnya itu menjadikan dia tenang dan ia pun berjalan dengan lancar.

Hadirin Sholat Jum’at yang dirahmati Allah Subhanahu Wata’ala
Aku melihat seseorang yang jatuh bangun di atas jembatan. Terkadang ia merangkak, terkadang pula ia menggantung. Lalu datanglah shalatnya menegakkan kedua kakinya dan menyelamatkannya hingga ia mampu menyeberangi jembatan sampai ke pintu syurga.

Aku pun melihat pula seseorang yang telah sampai ke pintu syurga, semua pintu ditutup baginya. Lalu datanglah syahadatnya, sehingga dibukalah pintu syurga dan ia pun bisa masuk ke dalamnya.”

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Itulah gambaran tentang amalan-amalan yang dengan izin Allah Subhanahu Wata’ala bisa menjadi penyelamat umat Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam yang benar-benar melaksanakan perintah Allah Subhanahu Wata’ala dan sunnah Rasul-Nya dengan hati ikhlas. Lantas amal-amal apa yang telah kita siapkan untuk menghadapi ‘keniscayaan’ ini. Karena kita semua bakal kembali kepada-Nya. Bahkan apakah amal-amal kita selama ini sudahkah sesuai dengan apa yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, para auliya salafussholeh terdahulu? Mumpung masih ada waktu dan umur marilah kita benahi diri, amal ibadah kita yang tentunya semua itu sebagai upaya meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah Subhanahu Wata’ala. Mudah-mudahan diri ini dan kita semua termasuk orang-orang yang ikhlas dalam mengamalkan perintah Allah Subhanahu Wata’ala dan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan di hari kelak nanti akan menjadi pendamping, penyelamat kita. Amiiin, Ya Rabbal ‘Alamiin.

Barakallahulii walakum fil Quraanil ‘Adziim, Wanafa’amii Wa iyyakum bimaa fiihi minal ayaati wadzikril hakiim, innahu huwal barrulrahiim.
============================
Disampaikan pada khutbah sholat di SD Budi Asih, Jum’at, 26 Rabiul Awal 1430 [23 Januari 2009]