Di bawah ini sebuah berita yang dilansir oleh media [kompas.com] sepekan lalu tentang perpustakaan yang ada di dunia pendidikan khususnya tingkat dasar. Paling tidak, informasi ini menggambarkan betapa minimnya fasilitas perpustaakaan di lingkungan lembaga pendidikan di negeri ini. Seakan-akan buku dan sumber bacaan itu masih ‘mahal’ bagi pendidikan, padahal bukannya buku itu jendela dunia?.

Fasilitas perpustakaan sebagai salah satu sarana dan prasarana di sekolah yang penting untuk meningkatkan mutu pendidikan masih rendah. Kondisi perpustakaan yang memprihatinkan, baik soal ruangan perpustakaan maupun koleksi buku-buku yang tersedia, justru terjadi di tingkat pendidikan dasar.

Dari data Departemen Pendidikan Nasional, pada 2008 tercatat baru 32 persen SD yang memiliki perpustakaan, sedangkan di tingkat SMP sebanyak 63,3 persen. Pada tahun ini, pemerintah menargetkan penambahan ruang perpustakaan di sekolah-sekolah pada jenjang pendidikan dasar sekitar 10 persen.

Yanti Sriyulianti, Koordinator Education Forum, di Jakarta, Selasa (13/1), mengatakan pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan yang sesuai standar nasional merupakan tanggung jawab pemerintah. Masyarakat bisa menuntut pemerintah pusat dan daerah jika terjadi kesenjangan mutu pendidikan akibat sarana dan prasarana yang timpang di antara perkotaan dan pedesaan atau di antara sekolah-sekolah yang ada.

Perpustakaan yang merupakan salah satu tempat untuk siswa dan guru mencari sumber belajar belum dianggap penting. Keberadaan perpustakaan hanya sekadar memenuhi syarat tanpa memperhatikan bagaimana seharusnya fasilitas perpustakaan disediakan dan bagaimana menjadikan perpustakaan sebagai tempat yang menyenangkan bagi siswa dan guru untuk menumbuhkan minat baca.

Abbas Ghozali, Ketua Tim Ahli Standar Biaya Pendidikan Badan Standar Nasional Pendidikan, mengatakan pendidikan dasar di Indonesia yang diamanatkan konstitusi untuk menjadi prioritas pemerintah masih berlangsung ala kadarnya. Pemerintah masih berorientasi pada menegejar angka statistik soal jumlah anak usia wajib belajar yang bersekolah, sedangkan mutu pendidikan dasar masih minim.

Padahal, soal sarana dan prasarana pendidikan di setiap sekolah untuk meningkatkan mutu pembelajaran itu sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2007 tentang standar nasional sarana dan prasarana. Peraturan ini memberi arah soal keberadaan perpustakaan di setiap sekolah. [sumber: kompas.com]

Catatan kaki:

Paling tidak informasi ini semakin melecuti diri ini untuk terus berusaha mewujudkan RUMAH AKSARA sebagai taman bacaan yang kini masih dalam perintisan oleh Yayasan Al-Qurni, Cirebon, guna menunjang proses belajar peserta didik dan kebutuhan masyarakat Desa Batembat, Kecamatan Tengah Tani, Kabupaten Cirebon akan buku bacaan dan sumber bacaan lainnya. Selain di Cirebon, upaya yang sama juga tengah dirintis di kawasan perkampungan padat penduduk, tepatnya di Kampung Buaran, RT 004/02 Kelurahan Serua, Ciputat, Tangerang Selatan.

Ada pihak lembaga atau perorangan yang berminat membantu baik moril maupun materil [dana atau bahan bacaan: buku-buku, alat peraga pendidikan dll] mohon hubungi kami Hayat di 081316023454.

Hormat kami,

Hayat FR