Teman para penggiat dunia pendidikan khususnya guru Kelompok Bermain [Play Group] dan Taman Kanak-Kanak sekedar berbagi dalam rangka meningkatkan profesionalitas kita. Artikel ini ditulis oleh seorang lektor yang mumpuni di bidang pendidikan. Semoga bermanfaat…

MENINGKATKAN KETERAMPILAN GURU KB DAN TK DALAM PROSES PEMBELAJARAN  ANAK USIA DINI
Oleh: Dra. Ellah Siti Chalidah [Lektor Kepala PLB-FIP Universitas Negeri Jakarta]

PENDEKATAN PEMBELAJARAN DAN PENILAIAN
Pendekatan Pembelajaran Pelaksanaan pendidikan anak usia dini dilakukan dengan berpedoman pada suatu program kegiatan yang telah disusun sehingga seluruh perilaku dan kempuan dasar yang ada pada anak dapat dikembangkan dengan sebaik-baiknya. Pendekatan pembelajaran pada pendidikan anak usia dini hendaknya memperhatikan prinsip-prinsip sebagai berikut :

a.    Berorientasi pada Kebutuhan Anak
Kegiatan pembelajaran pada anak usia dini harus senantiasa berorientasi pada kebutuhan anak. Anak Usia Dini adalah anak yang sedang membutuhkan upaya-upaya pendidikan untuk mencapai optimalisasi semua aspek perkembangan baik perkembangan fisik, kognitif, bahasa, sosio emosional, konsep diri, disiplin, seni, moral dan nilai-nilai agama. Dengan demikian berbagai jenis kegiatan pembelajaran hendaknya dilakukan melalui analisis kebutuhan yang disesuaikan dengan berbagai aspek perkembangan dan kemampuan pada masing-masing anak.

b.    Belajar Sambil Bermain
Bermain merupakan pendekatan dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran pada anak usia dini. Upaya-upaya pendidikan yang diberikan oleh pendidik hendaknya dilakukan dalam situasi yang menyenangkan. Menggunakan strategi, metode, materi/bahan, media yang menarik, serta mudah diikuti oleh anak. Melalui bermain anak diajak bereskplorasi, menemukan dan memanfaatkan objek-objek yang dekat dengannya, sehingga pembelajaran menjadi bermakna.

c.    Kreatif dan Inovatif
Proses kreatif dan inovatif dapat dilakukan oleh pendidik melalui kegiatan-kegiatan yang menarik, membangkitkan rasa ingin tahu anak, memotivasi anak untuk berpikir kritis, dan menemukan hal-hal baru.

d.    Lingkungan Kondusif
Lingkungan harus diciptakan sedemikian menarik dan menyenangkan sehingga anak akan betah. Lingkungan fisik hendaknya memperhatikan  keamanan dan kenyamanan anak dalam bermain. Penataan ini harus senantiasa disesuaikan dengan ruang gerak anakketika bermain dan tidak menghalangi interaksi anak dengan pendidik atau anak dengan temannya. Selain itu lingkungan juga harus memberikan kesempatan kepada anak untuk mengekspresikan kemampuan interpersonalnya sehingga anak merasa senang walaupun antar mereka berbeda (perbedaan individual). Lingkungan hendaknya tidak memisahkan anak dari nilai-nilai budayanya yaitu dengan tidak membedakan nilai-nilai yang diperlajari di rumah dan di sekolah ataupun di lingkungan sekitar. Pendidikan harus peka terhadap karakteristik budaya masing-masing anak.

e.    Menggunakan Pembelajaran Terpadu
Kegiatan pembelajaran hendaknya dirancang dengan menggunakan model pembelajaran terpadu dan beranjak dari tema yang menarik minat anak (center of interest). Tema (topik) sebagai alat/saran atau wadah untuk mengenalkan berbagai konsep pada anak. Tema diberikan dengan tujuan :
–    Menyatukan isi program kegiatan belajar mengajar dalam satu kesatuan yang berarti (bermakna)
–    Memperkaya perbendaharaan kata anak.
Jika pembelajaran yang dilakukan memanfaatkan tema, maka pemilihan tema dalam kegiatan pembelajaran hendaknya dikembangkan dari hal-hal yang paling dekat dengan anak, sederhana, serta menarik minat anak. Penggunaan tema dimaksudkan agar anak mampu mengenal berbagai konsep secara mudah dan jelas.

f.    Mengembang Keterampilan hidup
Proses pembelajaran harus diarahkan untuk mengembangkan keterampilan hidup. Pengembangan konsep keterampilan hidup didasarkan atas pembiasaan-pembiasaan yang memiliki tujuan untuk mengembangkan kemampuan untuk menolong diri sendiri (self help), disiplin, dan sosialisasi serta memperoleh keterampilan dasar yang berguna untuk kelangsungan  hidupnya.

g.    Pembelajaran Berorientasi pada Prinsip-Prinsip Perkembangan Anak, yaitu :

  1. Anak belajar dengan sebaik-baiknya apabila kebutuhan fisiknya terpenuhi serta merasakan aman dan tentram secara psikologis.
  2. Siklus belajar anak selalu berulang dimulai dari membangun kesadaran, melakukan penjelajahan (eksplorasi), memperoleh penemuan untuk selanjutnya anak dapat menggunakannya.
  3. Anak belajar melalui interaksi sosial dengan orang dewasa dan anak-anak  lainnya.
  4. Minat anak dan keingintahuannya memotivasi belajarnya.
  5. Perkembangan dan belajar anak harus memperhatikan pembelajaran individual.
  6. Anak belajar dengan cara dari sederhana ke rumit, dari kongkrit ke abstrak, dari gerakan ke verbal dan dari keakuan ke rasa sosial.

PENILAIAN
Berbagai bentuk penilaian dapat digunakan untuk memperoleh gambaran perkembangan kemampuan dan perilaku anak. Beberapa cara yang dapat dilakukan adalah :

  1. Pengamatan, yaitu suatu cara untuk mengetahui perkembangan dan sikap anak yang dilakukan dengan mengamati tingkah laku anak dalam kehidupannya sehari-hari.
  2. Pencatatan anekdot, yaitu merupakan sekumpulan catatan tentang sikap dan perilaku anak dalam situasi-situasi tertentu. Hal-hal yang dicatat meliputi seluruh aktivitas anak yang bersikap positif dan negatif.
  3. Portofolio, yaitu penilaian berdasarkan kumpulan hasil kerja anak yang dapat menggambarkan sejauh mana keterampilan anak berkembang.

PENGORGANISASIAN MATERI
Isi program bagi anak usia dini untuk mendorong pengembangan seluruh potensi anak yang meliputi :

  1. Pengembangan fisik
  2. Pengembangan bahasa
  3. Pengembangan kognitif
  4. Pengembangan sosio-emosional
  5. Pengembangan seni
  6. Pengembangan moral dan nilai-nilai agama

Dalam pengorganisasian materi: pengembangan pra-akademik (pra-membaca,  pra-menulis, pra-matematika) termasuk di dalam pengembangan bahasa fisik dan kognitif.

PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI
Dalam pelaksanaan kegiatan pada Anak Usia Dini dapat memanfaatkan Teknologi untuk kelancaran kegiatan, misalnya tape, radio, televisi, komputer. Selain itu dengan menggunakan teknologi informasi akan membuka wawasan bagi anak akan perkembangan dan perlunya teknologi. Pemanfaatan teknologi  informasi dalam kegiatan pembelajaran akan lebih menarik sehingga anak terdorong untuk menyukai belajar.

RAMBU-RAMBU KURIKULUM PUD

  1. Kurikulum atau program kegiatan belajar Pendidikan Anak Usia Dini merupakan pedoman bagi pendidik (orang tua, guru, orang dewasa lain) untuk digunakan dalam rangka menstimulasi perkembangan anak.
  2. Kurikulum atau program kegiatan belajar Pendidikan Usia Dini harus  dibaca dan dipahami secara keseluruhan, bukan bagian demi bagian.
  3. Pelaksanaan dari kurikulum ini harus diusahakan untuk mencapai kompetensi sesuai dengan tingkat kemampuan anak.
  4. Kompetensi yang diharapkan dicapai dapat dilaksanakan melalui tema-tema dan kegiatan lain yang menunjang kemampuan tersebut. Jika  di dalam mengembangkan kompetensi tidak dapat dikaitkan dengan tema, maka kompetensi tetap harus dilaksanankan.
  5. Pencapaian kompetensi yang diharapkan, dilakukan melalui kegiatan belajar sambil bermain dengan menggunakan berbagai metode dan teknik yang sesuai dengan prinsip-prinsip belajar anak.
  6. Dalam memilih tema yang akan digunakan sebaiknya diambil dari lingkungan yang terdekat dengan anak didik atau yang menjadi pusat  perhatian anak.
  7. Peristiwa-peristiwa penting dan kejadian tiba-tiba (insidentil) dapat dibicarakan pada saat hal itu berlangsung walaupun tema pada saat itu  berbeda dengan peristiwa tersebut.
  8. Dalam setiap kegiatan pembelajaran perlu memperhatikan perbedaan kemampuan dan bakat anak (kecerdasan jamak).
  9. Dalam pemanfaatan kurikulum ini tidak bersifat kaku tetapi perlu disesuaikan dengan kontek sosial dan budaya anak.
  10. Guru hendaknya menciptakan kegiatan pembelajaran secara kreatif dengan tetap berpedoman pada kompetensi anak.
  11. Menggunakan berbagai media dan sumber belajar. Dalam setiap kegiatan stimulasi pada Anak Usia Dini perlu menggunakan media dan sumber belajar, antara lain lingkungan alam sekitar atau bahan-bahan yang sengaja disiapkan oleh pendidik.

METODA PEMBELAJARAN
Metoda Pembelajaran untuk Anak Usia Dini cara yang lebih efektif adalah metoda pembelajaran yang berorientasi pada prinsip-prinsip perkembangan anak secara fisik, psikologis, siklus belajar anak selalu berulang, mengembangkan interaksi sosial, sesuai dengan minat keingintahuan, memotivasi belajarnya dan selalu memperhatikan perbedaan individual. Metoda pembelajaran tergantung dari materi yang diberikan, tujuan apa yang akan dicapai, media yang dipakai, lamanya  proses pembelajaran, anak sebagai subjek didik dan tempat proses pembelajaran berlangsung. Metoda yang sesuai dengan PUD dapat digunakan metoda Tanya-jawab, metoda diskusi, metoda penugasan, metoda lomba, metoda kliping, metoda curah gagasan, metoda demonstrasi, metoda simulasi, metoda drill, metoda  karyawisata, metoda sosio-drama, metoda cerita, metoda permainan, dll.

KESIMPULAN
Anak Usia Dini yang berada pada rentangan usia lahir sampai 8 tahun yang sensitive untuk menerima berbagai upaya pengembangan seluruh potensi baik pengembangan fisik, sensorik, sosial emosional, kognitif maupun pengembangan konsep diri,disiplin, seni, moral dan nilai-nilai agama. Upaya pengembangan melalui kegiatan bermain menurut kurikulum berbasis kompetensi Pendidikan Usia Dini mempunyai fungsi dan tujuan yang telah ditentukan. Kompetensi dasar merupakan pengembangan potensi-potensi dalam bentuk kemampuan yang harus  dimiliki anak sesuai dengan usianya. Hasil belajar merupakan cerminan kemampuan dan lebih spesifik berupa indikator yang perlu dicapai oleh anak. Dalam proses perlu ada pendekatan dan metoda disertai penilaian dalam proses hasil belajar anak. Pemanfaatan teknologi dan informasi perlu diterapkan pada Usia Dini dan organisasi materi merupakan kurikulum yang dikembangkan dan rambu-rambu pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan fisik, psikis, kognitif, sensorik, bahasa dan lain sebagainya untuk dilakukan oleh guru, orang tua dan orang dewasa yang lain.

BAHAN PENULISAN (KEPUSTAKAAN)

  • Depdiknas (2003) Kurikulum Berbasis Kompetensi, Pusat Kurikulum Balitbang Depdiknas, Jakarta.
  • Depdiknas (2002), Kurikulum Hasil Belajar, Pusat Kurikulum Balitbang Depdiknas, Jakarta
  • DAP (1992) Pendidikan Anak Usia Dini, NAEYC, Washington DC
  • Panitia Seminar (2002) Kumpulan Makalah-makalah Hasil seminar Mengoptimalkan Kecerdasan Bayi dan Anak RS OMNI Medical Centre, Jakarta.

Semoga bermanfaat….

salam,

Hayat FR